Bunga papan duka cita, Bunga papan jakarta, Bunga papan bandung, Bunga papan solo, Bunga papan surabaya, Bunga papan semarang, Bunga papan yogyakarta, Bunga papan tangerang, Bunga papan bogor, Bunga papan malang,
16 Des

Bisnis karangan bunga merupakan jenis usaha yang sedang berkembang di kota-kota besar Indonesia. Banyaknya permintaan karangan bunga dari berbagai pihak menjadikan bisnis ini sangat potensial untuk dirintis dan menghasilkan laba dimasa depan. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung merupakan tempat yang cocok bagi anda yang akan memulai bisnis bunga papan tangerang. Hal ini dikarenakan seringnya masyarakat disana yang mengadakan berbagai acara seperti seminar, wisuda, pernikahan dimana permintaan akan karangan bunga sangat tinggi.

Berikut ini kelanjutan dari postingan sebelumnya:

6 Tips Sukses Memulai Bisnis Karangan Bunga, Hambatan, dan Analisa Modal Usaha Part 2

Bunga papan duka cita, Bunga papan jakarta, Bunga papan bandung, Bunga papan solo, Bunga papan surabaya, Bunga papan semarang, Bunga papan yogyakarta, Bunga papan tangerang, Bunga papan bogor, Bunga papan malang,Hambatan Berbisnis

1. Permintaan Naik-Turun

Bisnis karangan bunga sangat tergantung dengan banyak tidaknya acara yang sedang diselenggarakan dikota anda. Acara wisuda dan pelantkan pejabat tidak setiap hari terjadi di sebuah kota. Begitu juga dengan acara pernikahan yang biasanya sering diadakan pada saat sabtu dan minggu.

Dengan adanya hal diatas usaha karangan bunga yang anda jalani akan mengalami kondisi naik dan turun permintaan pasar. Jadi untuk mengatasi masalah ini, anda harus menyiapkan karyawan anda untuk terus ada walaupun hari minggu datang. Hal ini dikarenakan permintaan karangan bunga sangat banyak pada hari tersebut.

Anda juga harus proaktif mengetahui perkembangan dikota anda. Tujuannya agar mengetahui acara yang kemungkinan akan menggunakan jasa anda. Jika anda sudah mengetahui jadwal tersebut, anda sudah bisa jauh-jauh hari menyiapkan karyawan untuk stand by merangkai bunga dan mengantarkannya.

2. Harga Bunga yang Fluktuatif dan Keterbatasan Varian bunga papan tangerang

Kendala selanjutnya yang dihadapi dalam bisnis karangan bunga adalah kondisi harga bunga yang mengalami fluktuatif dipasar. Harga bunga yang naik dan turun akan mengakibatkan kesulitan dalam menentukan harga pokok bunga yang diperoleh. Apalagi bunga yang anda pesan jumlahnya tidak sedikit dan akan sangat sulit sekali untuk mengetahui masing-masing harga pokoknya.

Kendala selanjutnya yang muncul dalam usaha ini adalah keterbatasan varian bunga dari para pemasok bunga. Keterbatasan varian bunga bisa karena stok yang habis dari para pemasok atau bisa karena bunga yang bersifat musiman. bunga papan tangerang

Jika kendalanya adalah karena pemasok kehabisan stok bunga, anda bisa mencegahnya dengan bekerja sama dengan lebih dari satu pemasok bunga. Sehingga disaat ada pemasok yang tidak memiliki stok, anda bisa menghubungi pemasok yang lain.

Atau anda bisa menggunakan sistem order langsung, dimana anda telah sepakat dengan pemasok bahwa setiap bulannya harus ada sekian puluh bunga masuk ke dalam toko anda.  Dengan cara ini, pemasok anda pasti akan lebih memprioritaskan untuk memenuhi pesanan anda.  bunga papan tangerang

Namun, jika jenis bunga tertentu tidak bisa disediakan anda bisa menawarkan alternatif lain. Dimana anda bisa menawarkan alternatif bunga yang lain kepada pelanggan anda. Alternatif bunga yang anda tawarkan haruslah memiliki nilai yang sama, agar pelanggan anda tidak merasa kecewa dan dirugikan.

Analisa Modal Usaha

Agar memudahlan anda untuk memulai usaha karangan bunga, berikut analisa modal beserta perkiraan laba yang mungkin bisa anda dapatkan.

MODAL AWAL USAHA

10 Papan Bunga + Bunga + Jarum (@1.500.000)                                                                Rp 15.000.000

PERKIRAAN LABA/RUGI USAHA

PENDAPATAN USAHA

Sewa Papan Bunga (5 Karangan Bunga x 30 Hari x Rp 250.000)                                     Rp 37.500.000

BEBAN USAHA

Biaya Antar Bunga (Rp 100.000 x 30 Hari)                                                Rp   3.000.000

Biaya Merangkai Bunga (5 Karangan x 30 Hari x Rp 40.000)                 Rp   6.000.000

Gaji 3 Karyawan ( 3 x Rp 2.000.000)                                                          Rp   6.000.000

Listrik, Air, dan Telepon Kantor                                                                    Rp   1.000.000

Modal Membeli Bunga Hidup                                                                         Rp 10.000.000 +

Total Beban Usaha                                                                                                                          (Rp 26.000.000)

Perkiraan Laba Usaha                                                                                                                Rp  11.500.000

Asumsi diatas adalah jika anda mampu menyewakan 5 papan bunga standar dalam satu hari selama satu bulan penuh. Jika anda bisa menyewakan lebih banyak papan bunga dan juga menyewakan papan bunga yang premium, omset yang anda dapatkan bisa lebih besar dari perkiraan tersebut. Jadi, besar kecilnya laba yang akan anda dapatkan sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya papan bunga yang anda sewakan.  bunga papan tangerang

Jika anda, telah selesai membaca tips, hambatan, sampai analisa usaha karangan bunga. Sekarang saatnya anda melakukan aksi nyata dengan mewujudkan bisnis yang anda idamkan.

Selamat Berwirausaha !