Bunga papan jakarta, bunga papan tangerang, bunga papan bandung
13 Agu

Tradisi Yunani kuno lain juga menyebutkan jika pengantin harus mengenakan kalung di lehernya untuk melambangkan kehidupan baru, harapan dan kesuburan. Namun kalung-kalung tersebut tidak terbuat dari bunga tetapi dari tanaman herbal dan rempah yang memiliki aroma menyengat karena aroma tersebut dipercaya mempunyai kekuatan untuk mengusir roh-roh jahat

 

Dalam setiap pernikahan, mempelai wanita umumnya akan membawa buket bunga yang semakin menyempurnakan penampilannya. Selain membuat penampilan semakin sempurna, buket bunga pernikahan juga menjadi simbol perasaan sang mempelai di hari bahagianya. Tapi dibalik kebiasaan pernikahan tersebut, kapan sebenarnya tradisi membawa buket bunga pernikahan dimulai?

 

Sementara itu, kepercayaan lain menyebutkan jika buket bunga pengantin digunakan untuk mengusir roh-roh jahat. Dahulu, rangkaian bunga yang diikat di tangan masih terbuat dari tumbuh-tumbuhan dengan aroma yang sangat menyengat seperti rempah, biji-bijian, bahkan bawang putih.

Psst.. selain untuk mengusir roh jahat, pemakaian rempah dengan aroma menyengat konon digunakan untuk menghindari bau badan sang pengantin saat menikh lho.

Awal Mula Pergantian Rangkaian Bunga Pengantin

Tradisi pemakaian rempah sebagai buket bunga kemudian berubah saat Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert. Buket bunga pengantin yang awalnya terdiri dari rempah dengan aroma menyengat dan bumbu, diganti dengan bunga segar.

Saat itu Ratu Victoria membawa buket bunga pengantin dengan campuran bunga murad, aphrodite, dan venus. Warna putih pada buket bunga yang dikenakan melambangkan cinta sejati, kesetiaan, kecantikan, dan gairah

Tidak hanya ketiga jenis bunga tersebut, bunga marigold serta beberapa bunga lainnya yang bisa dikonsumsi menjadi jenis bunga paling populer untuk digunakan dalam buket bunga pengantin saat itu.

 

 

Tradisi Kuno Buket Bunga Pengantin

Tradisi membawa buket bunga pengantin rupanya telah ada sejak tahun 800-500 SM. Dalam catatan sejarah yang ditemukan di Mesir, Roma, dan Yunani, diketahui jika kehadiran bunga saat pernikahan adalah hal yang penting karena melambangkan banyak makna dan doa yang baik untuk kedua mempelai.

Bukan seperti buket bunga saat ini, dahulu mempelai membawa seikat gandum dengan biji-bijian dan benih tanaman di tangannya sebagai doa untuk meminta berkat, kesuburan yang berlimpah, serta kebahagiaan.

Kedua mempelai juga akan dikalungkan tanaman hijau dan berjalan di atas kelopak bunga yang disebar di sepanjang jalan sebagai penyambutan untuk masuk ke kehidupan yang baru.

 

1. Memahami jenis dan warna bunga

Aturan pertama dalam memilih buket bunga pengantin adalah melihat jenis dan warna bunga yang akan dipilih dalam rangkaian. Hal ini sangat penting agar buket bunga sesuai dengan tema pernikahan dan budget Anda.

Jangan pernah memilih bunga yang sedang tidak musim atau tumbuh pada bulan pernikahan Anda. Selain menyulitkan, memakai bunga yang sedang tidak musim jelas akan membuat Anda harus mengeluarkan biaya lebih banyak.

Tidak perlu memaksakan kehendak, pakai saja bunga yang dapat tumbuh sepanjang tahun seperti bunga mawar, hydrangea, anyelir, dan bunga anggrek. Jenis bunga tersebut mudah dipadu padankan dan tetap membuat penampilan Anda tampak menawan.

 

 

2. Menjadikan buket bunga pernikahan sebagai prioritas

Katie Martin di Elegance & Simplicity mengatakan, “Jangan pernah menekan biaya pada buket bunga pernikahan Anda. Itu akan menjadi desain bunga pengantin yang Anda taruh di dekat tempat tidur, meja makan, meja rias, meja kerja bahkan selalu ada dalam setiap foto keluarga 50 sampai 60 tahun setelahnya. Jadi buatlah yang terbaik, Anda pasti menyukainya.

Meskipun dengan budget yang tidak terlalu besar, usahakan Anda membuat buket bunga pernikahan yang sesuai dengan selera dengan desain yang seindah mungkin sebab buket tersebut akan selalu dikenang selamanya.

3. Mempertimbangkan komposisi warna bunga untuk difoto

Tidak hanya dibawa berjalan-jalan selama acara pernikahan, bunga pernikahan juga akan mengikuti banyak sesi foto bersama keluarga maupun kerabat. Untuk itu, mempertimbangkan komposisi warna bunga agar tampak bagus difoto sangatlah penting.

Menurut Erica Smail-Carlisle dari The Flower Girl, jika Anda memilih warna ungu dan putih tanpa mencampurnya dengan dedaunan, bunga ungu hanya akan terlihat seperti polkadot pada kertas putih.

Untuk membuatnya terlihat lebih lembut,campurkan dedaunan lavender dan bunga atau daun lain dengan warna abu-abu dan hijau. Dengan demikian komposisi buket bunga Anda akan sempurna untuk dilihat langsung ataupun difoto.

 

4. Menentukan satu warna utama

Ini adalah tips dari Amanda Apple dari Anthomanic Florist. Jika Anda memiliki budget yang terbatas untuk pernikahan, maka monokrom adalah pilihan yang tepat. Tema monokrom membuat semuanya terlihat teratur dan tertata. Selain itu, monokrom memberikan kesan mendalam pada upacara pernikahan begitu juga saat resepsi.

 

5. Mendaur ulang bunga

Salah satu cara menekan biaya pengeluaran adalah dengan menggunakan bunga daur ulang. Patty Kudlacz dari Fairy Godmothers Inc menyatakan bahwa Dia biasa mendesain bunga untuk upacara pernikahan sebisa mungkin untuk digunakan lagi pada saat resepsi.

Karangan bunga yang sudah Anda bayarkan juga bisa digunakan kembali sebagai penghias meja makan dengan menyusunnya dalam vas bunga. Jangan biarkan bunga lagsung dibuang begitu saja setelah sesi foto selesai.

6. Membuat anggaran pernikahan

Salah seorang konsultan dari Griffin’s Floral Design, Russ Griffin, menyatakan hal yang paling sulit saat rapat dengan calon mempelai adalah ketika mereka tidak memberikan catatan anggaran pernikahan.

Jadi, buatlah rancangan anggaran pernikahan terlebih dahulu sebelum bertemu dengan pihak Wedding Organizer. Ini akan memudahkan Anda dan pasangan dalam menentukan tema pernikahan, dekorasi pernikahan dan serba-serbi lainnya.

 

7. Membuat buket bunga sederhana untuk bridesmaid

Aturan Scott Jones dari American Floral Signanture Weddings berikut ini patut mendapatkan perhatian Anda dan pasangan. Dia mengatakan bahwa, “Jika Ada memiliki budget yang terbatas, ingat, bahwa ini adalah hari bahagia Anda, bukan bridesmaid Anda.

Jadi buatlah buket bunga pernikahan yang sempurna untuk diri Anda. Sedangkan untuk para pendamping mempelai, bisa lebih kecil, sederhana dan jelas tidak mahal. Selain itu, jangan pula meminta 20 wanita untuk menjadi bridesmaid jika dana Anda berdua terbatas.

8. Pertimbangkan sewa dari florist

Ketimbang membeli segala dekorasi bunga untuk meja ataupun di pelaminan, coba pertimbangkan untuk menyewanya dari florist. Beberapa florist biasanya akan menyediakan dekorasi yang sesuai dengan tema pernikahan Anda.

Selain lebih murah, Anda dan pasangan tidak perlu bingung menyimpan semua benda tersebut setelah acara selesai. Selain itu, florist tentu lebih mengerti dan dapat memberikan saran yang membantu Anda.

9. Pastikan harga bunga per batang

Sebagai penutup, Rachel Trimarco dari Bride & Blossom memberikan satu aturan saat bertemu dengan pihak florist. “Pastikan Anda mendapatkan proposal dari setiap florist yang Anda temui. Jika memungkinkan, minta mereka menghitung jumlah bunga masing-masing yang akan Anda dapatkan. Kami selalu  memberikan informasi untuk setiap bunga yang tersedia, mulai dari jumlah dan harga tiap bunga (per batang/dalam bentuk buket bunga pernikahan).”

Ini akan sangat membantu Anda dan pasangan memahami alasan mengapa harga bunga mahal.” Selain itu, Rachel juga mengingatkan bahwa sering pasangan pengantin kecewa di hari H karena dekorasi bunga tidak sesuai ekspetasi.

 

Berikut sedikit penjelasan tentang sejarah bunga dan sedikit pilihan macam – macam bunga yang biasa dipakai oleh kebanyakan orang untuk menghiasi pernikahannya,